
Saatnya Zakat Ditunaikan, Kebaikan Diluaskan
Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya,
apakah harta yang Allah titipkan sudah benar-benar bersih?
Dalam setiap rezeki yang kita terima,
ada hak orang lain yang Allah titipkan.
Hak fakir, miskin, dan mereka yang hari-harinya masih berjuang untuk sekadar bertahan.
Itulah Zakat Maal.
Bukan sekadar kewajiban, tapi cara Allah membersihkan harta dan jiwa kita.
Zakat Maal adalah zakat atas harta yang kita miliki—seperti tabungan, emas, usaha, atau penghasilan—yang telah mencapai nisab dan haul.
Dengan menunaikannya, kita:
Zakat bukan mengurangi harta.
Ia justru menumbuhkan keberkahan.
Di luar sana, ada keluarga yang:
Bagi mereka, zakat Anda bukan angka.
Ia adalah harapan, nafas lega, dan doa yang terjawab.
Melalui Ruang Baik, zakat Anda disalurkan:
Kami percaya, zakat bukan hanya tentang memberi,
tetapi tentang menghubungkan kebaikan dari hati ke hati.
Apa itu Nisab Zakat Maal?
Nisab adalah batas minimal harta yang membuat seseorang wajib zakat.
Untuk Zakat Maal, nisabnya setara dengan 85 gram emas.
Jika total harta bersih yang dimiliki (setelah dikurangi utang jatuh tempo) mencapai atau melebihi nilai 85 gram emas, maka sudah wajib zakat sebesar 2,5%.
Haul adalah masa kepemilikan harta selama 1 tahun (12 bulan hijriah).
Artinya, jika harta tersebut:
maka zakatnya sudah wajib ditunaikan.
📌 Catatan: Untuk penghasilan rutin, zakat bisa ditunaikan tanpa menunggu genap setahun (zakat profesi).
Jika Allah telah melapangkan rezeki kita,
jangan tunda hak mereka yang menanti.
Tunaikan Zakat Maal hari ini.
Bersihkan harta.
Ringankan sesama.
Dan biarkan kebaikan Anda diluaskan oleh Allah.
🤲 “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)
![]()
Belum ada Fundraiser