Anda bisa turut menentaskan buta huruf Al-Quran di Indonesia dengan Sedekah Buku Iqro untuk anak-anak pedalaman.
Bagaimana jika ada seorang anak bisa membaca Al-Quran karena belajar berawal dari buku IQRO,
kemudian dia menjadi penghafal Al-Quran, lalu dia mengajarkan lagi kepada orang lain. Kemudian yang diajarkan tersebut mengajarkan lagi kepada orang lain. Dan begitu seterusnya, lalu berapa banyak pahala yang dia dapatkan?
Kita bukan pengajar Al-Quran, bukan pula penghafal Al-Qur’an. Lalu bagaimana bisa mendapatkan kebaikan seperti itu? Bukan kah mustahil?
Tapi bayangkan jika yang memberikan buku IQRO itu adalah Anda, hingga anak itu bisa membaca Al-Quran, kemudian anak yang bisa membaca Al-Qur’an itu rutin membacanya, menghafalkannya, dan mengajarkan kepada orang lain. Bukankah Anda juga mendapatkan pahala yang sama, padahal hanya memberikan buku IQRO untuk anak – anak.
Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).
Untuk sedekah bisa atas nama sendiri atau dihadiahkan pahalanya atas nama orang tua yang anda cintai.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumahnya, maka Sa’d berkata :
“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah atas nama beliau ? ” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjawab : "Ya.” (HR. Bukhari 2756)
رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
“Ya Allah, ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tua ku. Kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihi aku sewaktu masih kecil.”