





Banjir bandang yang melanda Aceh tidak hanya merenggut rumah dan harta benda.
Di balik lumpur dan puing-puing, ribuan Al-Qur’an dan buku Iqro rusak, basah, bahkan hanyut terbawa arus.
Di pengungsian, anak-anak ingin kembali mengaji.
Namun banyak dari mereka tidak lagi memiliki mushaf atau Iqro untuk belajar.
Sebagian harus bergantian, sebagian lain terpaksa berhenti.
π Data lapangan yang kami temukan:
Padahal, di tengah trauma dan kehilangan, Al-Qur’an adalah sumber ketenangan dan kekuatan iman mereka.
Berkat dukungan para donatur, Ruang Baik telah menyalurkan:
β
1.000 mushaf Al-Qur’an
β
1.200 buku Iqro
Bantuan ini telah diserahkan secara simbolis yang diterima oleh Gubernur Aceh Mualim dan ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla dan disalurkan untuk anak-anak pengungsi Aceh, dengan dukungan pemerintah daerah dan kemanusiaan setempat.
Namun di lapangan, kebutuhan masih sangat besar.
Masih banyak anak yang menunggu mushaf pertama mereka pascabanjir.
Bagi anak-anak pengungsi:
Dari satu mushaf, lahir tilawah.
Dari satu Iqro, dimulai huruf hijaiyah.
Dan dari setiap huruf yang dibaca, pahala jariyah mengalir untuk kita.
π Rp25.000 = bantu pengadaan buku Iqro
π Rp50.000 = tambah mushaf untuk anak pengungsi
π Rp100.000 = 1 Al-Qur’an untuk mereka yang kehilangan
Tidak ada donasi yang terlalu kecil.
Karena sekecil apa pun bantuan, sangat berarti bagi mereka yang terdampak bencana.
Kami sudah melangkah.
Kini kami mengajakmu untuk melanjutkan cahaya kebaikan ini.
π Klik Donasi Sekarang
π Jadilah bagian dari pemulihan iman dan harapan anak-anak Aceh
Setiap huruf yang mereka baca,
setiap doa yang mereka panjatkan,
insyaAllah akan kembali kepada orang-orang baik yang peduli.