






Setiap sore menjelang Maghrib, di surau kecil dan rumah-rumah sederhana, ada suara yang tak pernah lelah terdengar:
suara guru ngaji membimbing anak-anak mengeja huruf hijaiyah, memperbaiki bacaan, dan menanamkan cinta pada Al-Qur’an.
Mereka hadir dengan ikhlas.
Tanpa jadwal resmi.
Tanpa gaji yang pasti.
Bahkan sering tanpa imbalan apa pun.
Di bulan Ramadhan, peran mereka semakin besar.
Mengajar lebih lama.
Mendampingi lebih sabar.
Menjadi penjaga iman bagi generasi penerus bangsa.
Namun ironisnya, guru ngaji sering menjadi pihak yang paling jarang diperhatikan.
Di pelosok negeri, banyak guru ngaji yang:
Mereka tidak pernah meminta.
Tidak pernah mengeluh.
Namun kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.
Padahal dari tangan merekalah, lahir anak-anak yang bisa membaca Al-Qur’an, mengenal akhlak, dan tumbuh dengan iman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Dengan membantu guru ngaji:
Setiap huruf yang diajarkan guru ngaji,
setiap ayat yang dihafal muridnya,
insyaAllah menjadi bagian dari pahala orang-orang yang membantu mereka.
Melalui program Peduli Guru Ngaji, Ruang Baik mengajak #BaikBareng untuk menghadirkan dukungan nyata bagi para guru ngaji di berbagai daerah.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka, agar bisa terus mengajar dengan tenang dan istiqamah.
Ini bukan sekadar bantuan materi.
Ini adalah bentuk penghargaan atas pengabdian yang sering tak terlihat.
Ramadhan adalah bulan terbaik untuk berbagi.
Bulan ketika setiap kebaikan dilipatgandakan.
Jangan biarkan guru ngaji terus berjuang sendiri.
Mari kita kuatkan mereka—sebagaimana mereka telah menguatkan iman kita dan anak-anak kita.
👉 Klik “Donasi Sekarang”
👉 Jadilah bagian dari kepedulian untuk pejuang Qur’an
menjadikannya penolong di hari akhir,
dan menguatkan langkah para guru ngaji yang ikhlas mengabdi.
Ruang Baik