ImageSUMUT DARURAT! Krisis Bantuan Korban Banjir dan Lo...
Image

SUMUT DARURAT! Krisis Bantuan Korban Banjir dan Longsor Pengungsian

Image
Sumatera Utara
Rp 0 terkumpul dari Rp 500.000.000
0 Donasi 1 bulan, 0 hari lagi
Bencana banjir bandang dan tanah longsor telah melanda sebagian besar wilayah Pulau Sumatera sejak akhir November 2025, memicu krisis kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Peristiwa bencana alam ini telah merenggut puluhan nyawa, membuat puluhan ribu warga terpaksa mengungsi, dan memutus akses vital di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Sumatera Utara, bencana terjadi serentak di sejumlah wilayah seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Derasnya hujan memicu banjir bandang hingga longsor yang merusak jembatan, menghambat akses jalan, dan menyebabkan ribuan warga harus mengungsi. (liputan6.com)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan data korban terkait bencana banjir dan longor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data BNPB menunjukkan jumlah korban jiwa di tiga wilayah itu mencapai 72 orang.

Korban jiwa juga dilaporkan terdapat di Sumatera Barat. Berdasarkan data yang dikirimkan Wakil Gubernur Sumbar pada Kamis (27/11) sore, kata Abdul, ada empat orang meninggal di Kota Padang dan lima orang meninggal di Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara korban jiwa di Aceh terdapat di dua kabupaten yaitu Bener Meriah dan Gayo Luwes. Abdul mengatakan secara keseluruhan ada enam orang meninggal dunia di Aceh akibat bencana banjir dan longsor. 

Berikut rincian jumlah korban jiwa berdasarkan data BNPB:

Aceh
Meninggal: 6 orang
Hilang: 11 orang

Sumatera Utara
Meninggal: 57 orang

Sumatera Barat
Meninggal: 9 orang

(detik.com)

Sementara itu, jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 10.000 orang, dengan Kota Medan menjadi wilayah dengan pengungsian terbanyak, yakni 6.782 jiwa, (kumparan.com).

Kondisi geografis yang beragam, mulai dari lereng perbukitan yang rawan longsor hingga dataran rendah dan pesisir yang rentan banjir, memperparah dampak bencana. Banyak permukiman warga yang berada di bantaran sungai atau kaki bukit menjadi sasaran utama terjangan air dan material longsor. Gangguan jaringan telekomunikasi dan akses jalan yang terputus membuat beberapa daerah terisolasi, menyulitkan upaya evakuasi dan penyaluran bantuan.

Kebutuhan mendesak korban bencana di pengungsian meliputi:

  • Makanan 
  • Pakaian
  • Obat-obatan dan susu
  • Popok dan pakaian bayi, balita, dan lansia
  • Tenda pengungsian, dsb. 

Pemerintah tetapkan Sumatera Barat tanggap darurat hingga 14 hari kedepan. 

#Orangbaik saudara kita butuh uluran tanganmu sekarang. Kirimkan donasi dan bantuan terbaikmu sekarang, dengan cara:

  1. Klik DONASI SEKARANG;

  2. Masukkan nominal donasi;

  3. Pilih Metode Pembayaran;

  4. Segera transfer sesuai nominal donasi

 

Salam,

Ruang Baik

Baca selengkapnya ▾

  • December, 1 2025

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Bagikan melalui:
✕ Close